Sayap Yang Tak Akan Pernah Patah…

24 10 2006

Mari kita bicara tentang orang-orang yang patah hati. Atau kasihnya tak sampai, atau cintanya tertolak. Seperti sayap-sayap Gibran yang patah. Atau kisah kasih Zainuddin dan Hayati yang kandas ketika kapal Vanderwicjk tenggelam. Atau cinta Qais dan Laila yang membuat mereka ‘majnun’, lalu mati. Atau, jangan-jangan ini juga cerita tentang cintamu sendiri, yang kandas ditempa takdir, atau layu tak berbalas.

Itu cerita cinta yang digali dari mata air air mata. Dunia tidak merah jambu disana. Hanya ada Qais yang telah majnun dan meratap di tengah gurun kenestapaan sembari memanggil burung-burung

O burung, adakah yang mau meminjamkan sayap
Aku ingin terbang menjemput sang kekasih hati.

Mari kita ikut berbelasungkawa untuk mereka. Mereka orang-orang baik yang perlu dikasihani. Atau, jika mereka adalah kamu sendiri, maka terimalah ucapan belasungkawaku, dan belajarlah mengasihani dirimu sendiri.

Di alam jiwa, sayap cinta itu sesungguhnya tak pernah patah. Kasih selalu sampai disana, Apabila ada cinta dihati yang satu, pastilah ada cinta di hati yang lain,” kata Rumi, “Sebab tangan yang satu tak kan bisa bertepuk tanpa tangan yang lain”. Mungkin Rumi bercerita tentang apa yang seharusnya. Sementara kita menyaksikan fakta lain.

Kalau cinta berawal dan berakhir karena Allah, maka cinta yang lain hanya upaya menunjukkan cinta pada-Nya, pengejawantahan ibadah hati yang paling hakiki: Selamanya memberi yang bisa kita berikan, selamanya membahagiakan orang-orang yang kita cintai. Dalam makna memberi itu posisi kita sangat kuat: kita tak perlu kecewa atau terhina dengan penolakan, atau lemah atau melankolik saat kasih kandas karena takdir-Nya. Sebab disini kita justru sedang melakukan sebuah “pekerjaan jiwa” yang besar dan agung: mencintai.

Ketika kasih tak sampai, atau uluran tangan cinta tertolak, yang sesungguhnya terjadi hanyalah “kesempatan memberi” yang lewat. Hanya itu. Setiap saat kesempatan semacam itu dapat terulang. Selama kita memiliki cinta, memiliki “sesuatu” yang dapat kita berikan, Maka persoalan penolakan atau ketidaksampaian, jadi tidak relevan. Ini hanya murni masalah waktu. Para pecinta sejati selamanya hanya bertanya: “Apakah yang akan kuberikan?” Tentang kepada “siapa” sesuatu itu diberikan, itu menjadi sekunder.

Jadi tidak hanya patah atau hancur karena lemah. Kita lemah karena posisi jiwa kita salah. Seperti ini: kita mencintai seseorang, lalu kita menggantungkan harapan kebahagiaan hidup dengan hidup bersamanya! Maka ketika dia menolak untuk hidup bersama, itu lantas menjadi sumber kesengsaraan. Kita menderita bukan karena kita mencintai. Tapi karena kita menggantungkan sumber kebahagiaan kita pada kenyataan bahwa orang lain mencintai kita.

 

*oleh M. Anis Matta, Lc

*Gomen nasai…

 


Actions

Information

16 responses

24 10 2006
sigit

the ultimate right concept about love.

yet, it is very difficult to apply…

let’s try harder…

28 10 2006
nico

yup,agree with u git,easier said than done..

29 10 2006
chaidir

So do I, dude!!😀

29 10 2006
manik nih (^o^)v

[quote]Para pecinta sejati selamanya hanya bertanya: “Apakah yang akan kuberikan?” Tentang kepada “siapa” sesuatu itu diberikan, itu menjadi sekunder.[/quote]

hehehe ..
haik!!

mari kita sama2 belajar memberi ^^

30 10 2006
budiaji

Hah? Apaan sich?
Gue jadi pusing sendiri mbacanya…!
Huah…!
Achai sotoy…!😛

31 10 2006
wiwien

iya Chai.. gw maapin….

halaaah, sotoy ginih gw :p

aduh gw ga ngerti itu postingan lu maksutnya apa ^^;;

jangan ngopi paste atuh Chai, bikin sendiri dong, bisa ga? \:D/

mmmmm……
there’s sooo many things yang pengen gw bilangin ke lu.. but, because of my cowardice… gw cuman berani nulis2 di blog ^^;;; klo lu pernah maen ke blog gw, ada postingan gw yang isinya untuk lu tuh… ^^;;;;… >__

dia cerita banyak tentang lu, dan setelah dia cerita gw kasih “Selamat” dan dia bilang “Makasih”. dan… foto foto… So I thought that what she told me was right… Tapi ko kayanya itu bukan lu banget…dan, akhirnya tanpa nanya ke lu gw pun nemuin fakta kalo dia seorang ‘usotsuki’…

ngomongin orang! *pukulin kepala ke kasur*

so… sudahlah…. ^^

achai, jangan sombong2 dong, sms lebaran ga dibales, hiksssss…..
halah halah… blog lu ga ok nih chai…
komen gw jadi kepisah2 gitu tuuuuuh…
heuehueheueheuheue…

maaphhh flooding ^^;;
yatta~ Omedetou Gozaimasu~
mudah2an betah :DDDD

eh eh gw juga dah kerja lho chai… part time sih tapi.. jadi produser acara radio Sky, yang khusus muterin lagu2 Jepang & yang berhubungan ma Nihon lah pokonya.. Hohohohoh, keren yah gw? B)

31 10 2006
Bramantya Gautama

yoss…..setuju juga ama bung sigit. it’s the ultimate right concept about love.

setuju juga ama nico. ngomong sih gampang, tapi pengejawantahannya perlu dibahas teknis juga nih kayaknya.

1 11 2006
melz

owh….i c
setujuh banget ama potingan ini…
laila dan majnun….>.

1 11 2006
melz

insya Allah dapetin yg terbaik buat semua
@wien: curhat apa curhat!masa ga ngerti?!:p

2 11 2006
budiaji

…buset…si wiwien…!😯😯
tah pa2x nich si achai…!😡😡
penggoda wanita…!

4 11 2006
lucky

bagus bgt tulisannya…semoga tak dijadikan sekedar penghiburan, apalagi pembenaran, untuk yg tertolak cintanya,hehehehe

5 11 2006
chaidir

@wiwien
itu comment apa buat blog baru? ;p
lebaran ini gw ga bales sms siapa2, kecuali pake algoritma gini :
if (isi sms=”chai”)
bales_sms();
else
biarkan_sms();
jd, cuman sms yg plg sedikit ada kata “chai” nya yg akan dibales…😀 itupun hanya bbrp orang yg berhasil mendapatkan sms dr gw… maaf, bukannya mo sombong, tp pulsanya pas2an ;p

@bram
untuk teknisnya coba baca artikel Anis Matta laennya deh, kyknya disitu baru dibahas. klo ga salah bukunya jg ada😀

@melz
Amin

@BH
gw bukan sotoy, tapi keren!!

@lucky
yup, semoga menjadi bahan pembelajaran buat kita smua..

28 02 2007
Ibe

Keren bo, butuh pemahaman sastra yang tinggi. Merinding bacanya…

29 07 2007
anNiZa

Gw dah pernah patah hati tapi sakitnya cuma hari itu aja besoknya udah lupa lagi……..
Tenang jangan mpe berlarut-larut kalo patah hati

Life will must go on

21 10 2007
tikno

DEAL bgt soalnya cinta yg sbenarnya adalah memberi tanpa pernah berharap.Seandainya dia minta pisah atau menolak cinta kita berarti dia bukan yang terbaik kita,so kita harus mencari cinta yang lain.Selamat berjuang PARA PEJUANG CINTA!

23 08 2008
budi purnomo

beneran saya pingin belajar jadi hacker, ajarin ya saya sangat tertarik banget nih..

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: