Catatan perjalanan ke Borneo – part 1

6 11 2006

1rst Day, Monday 30 Oct 2006

Perjalanan menuju Kalimantan dimulai. Setelah bekerja seharian penuh, sore harinya saya berangkat ke Bandara Soekarno-Hatta. Saya berangkat dari kantor sekitar pukul 16.45. Tadinya kami pikir jalan ke Bandara akan macet, ternyata kami sampai disana dalam waktu yang cukup cepat, sekitar pukul 17.30. 

Sebelum naik kepesawat saya sempat pula ditawari makan, tapi semuanya menolak dengan basa-basi, “saya sih terserah Pak Surya saja”, “saya mah gimana enaknya aja”, “saya mah masih muda, masih kuat tahan sampai malem”, begitulah kira-kira masing-masing mengungkapkan pendapatnya. Padahal saya yakin sebenarnya mereka pada ingin makan, tapi pada “jaim” aja sepertinya J.

Setelah menunggu cukup lama di ruang tunggu, akhirnya pesawat tiba juga. Inilah saat-saat yang sangat bersejarah dalam kehidupan saya. Naik pesawat terbang untuk pertama kali dalam hidup. Sebelumnya mungkin hanya naik pesawat yang ada di Taman Mini, dan tidak pernah mengudara. Paling klo pun mengudara hanya beberapa detik dengan melawan gravitasi dengan gaya lompatan yang tidak seberapa.

Saya naik pesawat Garuda Indonesia dengan nama penerbangan GA 526 di kursi 16B kelas Ekonomi. Ternyata pesawat yang saya naiki tidak seperti bayangan saya seperti pada saat nonton dorama Attention Please, ataupun Good Luck (namanya juga kelas ekonomi). Pesawat yang saya naiki itu tipe Boing 737-400. Walaupun sempat seperti orang bingung yang baru pertama kali naik pesawat, saya berlagak sok tahu saja, biar keliatan ga norak. Eh, ga taunya waktu mau menurunkan kursi, ternyata saya mencet tombol buat kursi sebelah saya. Untungnya sebelah saya itu kursi Pak Heri, trus akhirnya dia ngasih tau ternyata untuk menurunkan kursi saya tombolnya ada disebelah kiri saya. Makanya jangan sok tau!!

Secara keseluruhan, naik pesawat ga jauh beda dengan naik kereta parahyangan (untuk kelas bisnis loh). Sama-sama berisik, sama-sama suka bergelinjang( ups.. maksudnya melonjak-lonjak, mmm… apa ya bahasanya?? Naik-turun? Ya gitu deh..). Cuman bedanya klo pesawat gak pake rel n jauh lebih mahal. Karena saya berangkat pada malam hari, saya tidak bisa melihat pemandangan dari atas, makanya saya bilang mirip dengan naik kereta. Padahal yang paling membedakan naik kereta dengan pesawat adalah melihat pemandangan dari atas.

Setelah sekitar 1 jam 20 menit di udara, akhirnya kami sampai di Banjarmasin sekitar pukul 23.00 WITA. Disana kami di jemput oleh Pak Indra, yang ternyata adalah orang Kalimantan asli. Lalu kami melakukan perjalanan yang sangat melelahkan dengan menempuh perjalanan sekitar 250 Km dan sampai di mess pukul 03.40 pagi dengan menunggangi panther. Fyuhh… Cape dehh…… sampai sana akhirnya saya nunggu subuh dulu, baru tidur… duh, cape euy. Dah ah…. nanti dilanjutin lagi. Lagi ga mood nulis nih..


Actions

Information

4 responses

6 11 2006
nico

wah,asik lu cay jalan2,,jadi kalimantan gimana?bagus tak?

7 11 2006
Budiaji Hartono

Wow…baru sekali naik pesawat…!
Gimana rasanya Chai?
Geli2x enak gitu kan?😉
Gue tau…gue pernah mimpi naek pesawat kok.

7 11 2006
sigit

hehehe…

baru pertama naek pesawat chai?

ga G4UL dikau mah

*eh baru inget, aku jg blm pernah deng…*

8 11 2006
wiwien

waaaaaaaah asik ni jalan2…
heuheueheu…
disana berasap juga ga sih?

wah iya tuh, kirain gw lu naek pesawat yang kaya di Good Luck ama di Attention Please… ^^;;

ckckck.. payah ternyata pada belom pernah naek pesawat…

gw juga sih… :”>

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: