Dewan Perampok Rakyat Daerah

13 02 2007

Bencana yang datang silih berganti tak juga menggugah hati para Dewan Perampok Rakyat Daerah (DPRD) untuk segera bertaubat. Setelah pemerintah mengakui kesalahan mengenai PP 37/2006 dan memutuskan merevisi PP itu dengan membatalkan Pasal 14 huruf d yang mengatur pembayaran tunjangan anggota DPRD, kini sebagian dari anggota DPRD mulai menunjukkan sifat tamak dan rakus. Tak ada rasa malu lagi terhadap rakyat yang ditimpa musibah, mereka secara terang-terangan dengan tegas menolak revisi PP 37/2006. Dengan mengatasnamakan Asosiasi DPRD Kabupaten seluruh Indonesia ( Adkasi), anggota Asosiasi DPRD kota seluruh Indonesia ( Adeksi) dan anggota Badan Komunikasi DPRD Provinsi se Indonesia ( BK DPRD), mereka bak binatang buas yang tak malu menerkam uang rakyat yang bahkan sekarang sangat dibutuhkan oleh rakyatnya yang tertimpa bencana. Dikala rakyat kesusahan, tak adakah rasa malu para anggota DPRD yang meminta ‘hak’ nya dikembalikan dengan menolak Revisi PP 37/2006.

Ah… mungkin tak akan pernah cukup rakyat teriak-teriak! Sudah begitu banyak tokoh bangsa Ini yang mengingatkan mereka. Bahkan sampai Ketua Umum PBNU dan Ketua MPR mengingatkan mereka. Apa lacur, para anggota Dewan Perampok Rakyat Daerah yang Tamak dan Rakus itu akan seakan tidak bergeming dengan derita rakyat yang baru saja terkena musibah.

Klo sudah begini, apa yang bisa kita lakukan?

Ah.. palingan sekarang aja rakyat teriak-teriak. Nanti juga ketika pemilu, rakyat tinggal dikasih duit serta iming2 muluk dan akhirnya para perampok itu bakal kepilih lagi deh. Lantas apa kita harus golput? Itu sama saja dengan membiarkan Perampok uang Rakyat itu menjarah uang rakyat tanpa ada yang menghentikannya. Apa harus revolusi?? Ah.. terlalu ekstrim! Damai aja lah…

Jadi??

Ingat baik-baik! Perhatikan anggota DPRD dari partai mana yang sekarang menolak Revisi PP 37/2006.

Dan ketika ada Pemilu lagi, JANGAN PERNAH LAGI MENCOBLOS caleg dari partai tersebut! Klo partainya aja ga bisa mencegah anggotanya menjadi anggota DPRD yang menjadi panutan bagi rakyat, bagaimana mau mengurus bangsa ini!

Maaf.. saya bukan mau melakukan kampanye untuk partai tertentu! Tapi cuma mau mengingatkan aja ko, sekalian mo ngingetin diri sendiri juga ko klo nanti mau ikut Pemilu… abisnya sifat orang Indonesia tuh pemaaf banget sih.. masa perampok mau dipilih lagi sih


Actions

Information

8 responses

13 02 2007
ar!ef

Ayo, Chai.. Dirilis aja list partainya!🙂

14 02 2007
Uli

Ini sih bukan masalah partai, tapi masalah orang per orang.
katanya DPRD Medan ga ikut2an yg bginian.
tp penyakitnya DPR(D) emang dah susah sih. yang bikin enegnya, selalu mengatasnamakan rakyat demi kepentingan pribadi. rakyat yang mana nih?

14 02 2007
chaidir

emang sih bukan masalah partai…
tapi bagaimana mungkin seorang tamak dan rakus bisa menjadi calon legislatif jika tidak didukung oleh partai. Walaupun dengan pemilu indonesia yang sudah lebih baik dengan langsung memilih caleg nya, tapi rakyat masih melihat apa Partai-nya… bukan siapa Caleg nya.. peduli amat calegnya itu perampok atau Robin Hood.. yang penting Presidennya dari partainya.

14 02 2007
passya

itu tandanya anggota dewan masih kere2…. tapi nanti kalo anggota dewan-nya orang2 yg mampu (agar tidak rakus), dicurigai yang tidak2 juga…ya kolusi…ya nepotisme…pie tho…

14 02 2007
chaidir

di Indonesia mana bisa jadi anggota dewan klo kere?
wong buat kampanye aja butuh uang berjuta2.. bahkan bisa sampe bermilyar2… (walaupun ga semua ya)
Nah, pas udah kepilih jadi anggota dewan, baru deh saatnya ‘bales dendam’. Keruk uang rakyat sebanyak-banyaknya buat ‘gantiin’ uang kampanye dulu…

14 02 2007
helgeduelbek

Dengan membaca judul sudah tercermin isinya kira-kira apa. Begitulah Indonesia Raya Tanah air kita

15 02 2007
Biho

mengenaskan kaleeee…

9 01 2009
bangsat

namanya juga usaha!;
-usaha menipu
-usaha merampok
-usaha merampas
-usaha yang penting menghasilkan
-usaha in agar nggak ketahuan kalo kita ini perampok!

tips ‘n’ triks agar usaha sukses
1.ekploitasi rakyat (jika perlu keluarga korbankan)
2.teknik sapi perah/perternakan dan pemberdayaan; yaitu dengan memajukan rakyat miskin hingga siap di panen.
3.pemanfaat limbah/sampah rakyat yaitu dengan dijual sebagai Tenaga kerja/prostitusi/media eksperimen majikan sadis ke luar negeri sebagai penambah devisa atau dapat digunakan juga sebagai sebagai ganjel rel perampokan.
4.hama rakyat dapat dibasmi secara terpadu dengan mengkarantina di tempat terpisah dengan luas kamar 3Mx3M atau 1Mx2M ataupun dapat menggunakan pestisida jenis peluru atau tiang gantungan.
5.baca aturan pakai yang tertera dibalik Peraturan Perundang-Undangan Republik Indonesia.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: