Isi waktu luang dengan bekerja

5 05 2008

Saat paling berbahaya bagi akal adalah manakala pemiliknya menganggur dan tak berbuat apa-apa. Orang seperti itu, ibarat mobil yang berjalan dengan kecepatan tinggi tanpa sopir, akan mudah oleng ke kanan dan ke kiri.

Bila pada suatu hari Anda mendapatkan diri Anda menganggur tanpa kegiatan, bersiaplah untuk bersedih, gundah, dan cemas! Sebab, dalam keadaan kosong itulah pikiran Anda akan menerawang ke mana-mana; mulai dari mengingat kegelapan masa lalu, menyesali kesialan masa kini, hingga mencemaskan kelamnya masa depan yang belum tentu Anda alami. Dan itu, membuat akal pikiran Anda tak terkendali dan mudah lepas kontrol. Maka dari itu, saya nasehatkan kepada Anda dan diriku sendiri bahwa mengerjakan amalan-amalan yang bermanfaat adalah lebih baik daripada terlarut dalam kekosongan yang membinasakan. Singkatnya, membiarkan diri dalam kekosongan itu sama halnya dengan bunuh diri dan merusak tubuh dengan narkoba.

Waktu kosong itu tak ubahnya dengan siksaan halus ala penjara Cina; meletakkan si narapidana di bawah pipa air yang hanya dapat meneteskan air satu tetes setiap menit selama bertahun-tahun. Dan dalam masa
penantian yang panjang itulah, biasanya seorang napi akan menjadi stres dan gila.

Berhenti dari kesibukan itu kelengahan, dan waktu kosong adalah pencuri yang culas. Adapun akal Anda, tak lain merupakan mangsa empuk yang siap dicabik-cabik oleh ganasnya terkaman kedua hal tadi; kelengahan dan si “pencuri”.

Karena itu bangkitlah sekarang juga. Kerjakan shalat, baca buku, bertasbih, mengkaji, menulis, merapikan meja kerja, merapikan kamar, atau berbuatlah sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain untuk mengusir kekosongan itu! Ini, karena aku ingin mengingatkan Anda agar tidak berhenti sejenak pun dari melakukan sesuatu yang bermanfaat.

Bunuhlah setiap waktu kosong dengan ‘pisau’ kesibukan! Dengan cara itu, dokter-dokter dunia akan berani menjamin bahwa Anda telah mencapai 50% dari kebahagiaan. Lihatlah para petani, nelayan, dan para kuli bangunan! Mereka dengan ceria mendendangkan lagu-lagu seperti burung-burung di alam bebas. Mereka tidak seperti Anda yang tidur di atas ranjang empuk, tetapi selalu gelisah dan menyeka air mata kesedihan.

-dikutip dari buku La Tahzan kayra DR. ‘Aidh al-Qarni-

Advertisements




Kafe La Galigo

5 05 2008

Makassar merupakan salah satu kota di Kawasan Indonesia Timur yang memiliki banyak tempat tujuan wisata kuliner. Sebut saja macam2 coto, mulai dari coto makassar, coto maros, coto bersaudara, coto paraikatte sampai coto matte kudasai (??). Belum lagi makanan berupa ikan yang biasa disebut ulujuku (ulu = kepala, juku=ikan). Ada ulujuku palumara yang sangat gurih, nikmat dan mantab. Trus gulai ulujuku (yg ini belum nyobain, jadi blm bisa kasih komentar). Lalu ada beberapa lagi makanan terkenal disini seperti palubasa, kapurung, konro bakar, dan yang belum saya kenal lainnya.

Belum lagi makanan kecil buat nyemil sambil ngupil.. ada es pisang ijo, pisang epe, pisang ambon, pisang susu.. loh, ko pisang semua ya??

Sabtu kemaren, atas rekomendasi teman yang juga direkomendasikan oleh temannya yang entah direkomendasikan siapa, saya mencoba mencicipi mie yang katanya cukup terkenal disini. Nama tempatnya Kafe La Galigo. La Galigo sebenarnya adalah epik kepahlawanan dalam kebudayaan Bugis, namun dijadikan nama sebuah Kafe di Makassar.  Kafe La Galigo ini terletak di Jalan Arif Rate.

Yang paling terkenal dari kafe La Galigo adalah mie La Galigo. Mie ini sebenarnya mirip dengan mie ayam, tapi mie yang disajikan berbeda dengan mie ayam biasa. Mie nya agak besar, dan lurus mirip seperti spageti. Selain mie yang lumayan enak, mie La Galigo ini juga ditambah dengan udang gurih yang sudah dibuang kulit dan kakinya, cumi yang sudah dipotong-potong, jamur, dan ayam. Mie ini disajikan dengan kuah terpisah, mirip seperti mie Yamin. Kuah mie ini sangat gurih, namun masih perlu sedikit racikan sambal,  lada, kecap asin, kecap manis biar tambah lezat (tergantung selera masing-masing).

Dengan komposisi yang lengkap dan nikmat antara mie dengan udang, cumi, ayam, jamur, daun sawi dan bawang gorengnya, tak heran kafe ini cukup rama dikunjungi pelanggan.

Setelah makan mie La Galigo, tak lengkap rasanya jika tidak ditutup dengan minum es. Karena sudah makan mie La Galigo di kafe La Galigo, sekalian saja saya beli es La Galigo juga.

Es ini terdiri mirip seperti es serut dengan komposisi yang lebih kaya rasa. Bagian paling atas dari es La Galigo ini ada ice crem dan taburan buah-buahan, ada apricot, apel yang sudah dipotong-potong kecil, kulang-kaling dan kelapa muda. Es ini disajikan dengan es serut ditambah dengan sirup merah (ga tau nih sirup apa). Slurrpp… nikmat bener makan es La Galigo ini deh, apalagi di Makassar ini kotanya panas banget.

Makanan selanjutnya adalah the legendary Es Pisang Ijo. Es pisang ijo ini juga disuguhkan menggunakan es serut. Lalu ada semacam bubur sumsum putih ditambah dengan pisang yang dibungkus dengan lapisan berwarna hijau. Lapisan ini sepertinya terbuat dari tepung. Es Pisang Ijo ini cukup nikmat, tapi sebaiknya tidak terlalu banyak makannya, karena nanti bisa eneg.

Secara keseluruhan kafe La Galigo merupakan tempat yang sangat nyaman untuk mencicipi hidangan khas La Galigo: Mie La Galigo dan Es La Galigo. Meskipun agak mahal bagi pegawai baru seperti saya, tapi dengan suasana yang nyaman dan kondusif, kafe La Galigo merupakan tempat yang sangat saya rekomendasikan bagi mereka yang sedang berada di Makassar. Namun jangan lupa untuk mencicipi makanan lain yang juga tak kalah nikmat yang banyak terdapat di Makassar.





diR

2 05 2008

Apa kabarnya blog ini yah??

Sudah lama sekali saya tidak menulis di blog ini. Alasannya mungkin klasik, karena sibuk, jadi blog ini tidak pernah terurus lagi. Mungkin alasan yang paling tepat  adalah tidak menyempatkan diri untuk menulis. Tidak menyempatkan dirinya itu bisa karena memang belum punya motivasi, terlalu letih kerja dikantor atau kesulitan mengakses internet. Sebenarnya sih kalau memang niat mau menulis bisa saja, mungkin memang karena belum ada motivasi untuk menulis lagi, jadi blog ini tidak pernah di-update.

Kebetulan hari ini adalah tanggal 2 Mei 2008. Tanggal yang biasa diperingati di Indonesia sebagai hari Pendidikan nasional. Mumpung masih nuansa pendidikan, sekalian saja Blog ini mengambil momen hari pendidikan nasional sebagai momentum bagi saya untuk kembali menulis di blog ini. Harapannya blog ini dapat memberikan sedikit sumbangsih ilmu pengetahuan yang saya miliki kepada siapa saja.

Untuk memberikan nuansa berbeda dan tidak bosan, blog ini harus melakukan perubahan. Sedikit perubahan yang saya lakukan di blog ini antara lain :

  1. Judul blog
    Perubahan judul blog dari aCh menjadi diR. Karena dulu saya sering dipanggil achai, jadi saya beri nama blog ini aCh. Untuk lebih memberikan arti dari kata aCh, akhirnya saya buat kepanjangannya menjadi a Chaidir’s home. Agak sedikit maksa sih, tapi daripada tidak berarti apa2 lebih baik dibuat kepanjangannya aja 😀 . Sedangkan nama diR sendiri juga sebenarnya diambil dari kata Chaidir. Karena sekarang saya sudah berada di tempat dan lingkungan baru, nama panggilan saya pun berubah menjadi “dir”. Untuk memberikan kesan baru dan semangat baru, akhirnya blog ini saya ganti juga menjadi diR.

  1. Themes
    Themes yang saya gunakan saat ini tampil lebih cerah dan sederhana. Dulu saya pernah menggunakan Themes ini waktu pertama kali blog ini dibuat, namun saya ubah lagi untuk menyesuaikan dengan banner yang saya buat. Akhirnya sekarang kembali lagi menggunakan Themes ini.

  1. Konten
    Tadinya blog ini banyak membahas masalah teknis dan oprekan. Mungkin kedepannya blog ini akan lebih beragam isinya dan tidak melulu membahas mengenai teknis.

Semoga perubahan sederhana pada blog ini dapat memberikan motivasi baru untuk kembali menulis di blog ini.

Salam,

diR





Bosan

28 08 2007

“Dear chd.. bos, minta IP dong buat no.jar … “

“Pak chd.. blm bisa ngeping DNS nih.. tolong routingin dong”

“Pak bos.. tolong bikinin fitur buat domain … “

 

Petikan email-email diatas adalah ‘makanan’ yang tiap harus saya ‘habiskan’ tiap hari kerja. Bak sebuah milis (mailing list), email yang masuk ke inbox saya datang bertubi-tubi yang dalam sehari bisa mencapai ratusan. Ini baru email dari kantor.. belum lagi beberapa milis yang saya ikuti di account gmail. Salah satunya milis ‘el02’ yang sangat aktif dengan arus yang tak kalah derasnya dibandingkan dengan ‘milis’ gangguan di kantor. Meskipun begitu, milis ini memberikan ‘udara segar’ ditengah ‘sumpeknya’ rutinitas yang harus dilakukan di ‘milis’ gangguan.

Dulu, ketika divisi tempat saya bekerja belum digabung dengan divisi lainnya, setiap hari pergi ke kantor selalu dengan perasaan penuh bahagia. Bagaikan seorang anak TK yang dengan penuh antusias pergi ke Sekolahnya.

“Sip.. hari ini belajar apa ya?”

“Hmm.. enaknya download apa ya?”

 

 

Tapi sekarang.. arghh!! Setiap hari permintaan baru selalu datang silih berganti, alokasi IP, routing, webhosting, mailhosting, dial-up, domain, aplikasi error, ujicoba ADSL, dsb. Belum lagi permintaan big bos yang pengen cepet beres aja. Whaaa…. Otak udah seperti ‘ngebul’ aja nih.. mungkin kalo di komputer, utilisasi CPU nya udah sampe 90% nih. Maklum.. dari yang biasanya ga ada kerjaan, dikasih kerjaan yang kagak ada habisnya tiap hari. Namanya juga masa transisi (alesan 😀 )

Memang sih, sangat banyak ilmu baru yang diperoleh seiring dengan semakin banyaknya masalah yang ditemui setiap hari. Routing untuk setiap paket sedikit demi sedikit sudah mulai hapal. Proses registrasi ataupun transfer domain, dengan fitur-fiturnya, sudah mulai terbisa membuatnya. Apalagi dengan bantuan Topan yang juga rajin membantu hostmaster (I’m rounting on you Bro). Lalu ada rekan-rekan seperjuangan nun jauh disana yang siap me-‘support’ segala macam permasalahan yang timbul dari pelanggan. You are the great Bro..

Tapi dibalik rutinitas yang terus menerus dilakukan tiap hari, dengan permasalahan yang hampir mirip dan permintaan yang sangat banyak, tentunya akan jenuh juga bukan. Dan kejenuhan ini timbul lagi hari ini. Kepala rasanya pusing banget ngeliat si layar datar. Apalagi klo liat tulisan yang masih kereng di Outlook (maklum, msh pake m$ exchange… 😛 ).

 

Klo sudah begini…

Kulari ke basement kemudian beli green tea..

Kulari ke mushola tuk berwudhu…

Sepi, sepi.. tapi mulai ramai

Aku senang…

 

Aku ingin bingar

Aku mau di luar

 

Bosan aku dengan domain

Dan enyah saja kau routing

Seperti tak ada email

Jika ku sendiri

 

Matikan saja servernya

Biar ramai

Biar mengaduh sampai gaduh

 

Ah.. ada email menyambung

Jaring permintaan selalu datang

Di Outlook meja putih

Kenapa tak tekan saja tombol ‘exit’ nya

Biar terdera

 

Atau aku harus lari ke hutan

Belok ke pantai…….

 

 

Pengen rasanya pergi kemana saja. Pengen pergi ke depok nganterim my sister, eh… ga ada helm. Giliran ada helm, trus pengen ke bekasi.. eh orangnya acuh tak acuh.

 

Ya sudah.. kujalankan saja vixion biruku keliling Jakarta. Melewati malam, mendaki jalan layang, menatap bulan yang kebetulan sedang gerhana.

Ee’… gerhana? Wow… suteki da ne…

hontou ni sughoi…

eclipse.jpg

 

foto dikutip dari blognya om Koen http://kun.co.ro/2007/08/28/gerhana/

 

Subhanallah… jarang2 nih liat pemandangan kayak gini…

Akhirnya ku menatap gerhana sendirian dijalan diiringi desingnya suara kendaraan.

 

 





2 Mei

2 05 2007

Senja datang menyambut malam di penghujung hari. Anak-anak mulai kembali kerumahnya masing-masing seteleh lelah bermain bola di lapangan. Kupu-kupu malam mulai riang menyambut kedatangan sang rembulan. Di salah satu sudut rumah bersalin, upacara penurunan bendera Merah Putih dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional ditayangkan dalam layar kaca hitam putih telah usai.

Ditengah penantian selama 9 bulan, Ibunda berjuang sekuat tenaga meregang nyawa, demi melahirkan buah hatinya. Ayahnda berdo’a, berharap dengan cemas dan was-was dibalik bilik. Anggota keluarga lainnya pun ikut berdo’a, menanti dan berharap dengan cemas. Seorang bidan yang dibantu perawat ikut membantu proses bersalin. Di akhir penantian itu, “Owekkk…. Owekkkk…” bunyi tangisan sang bayi terdengar membuat Ibunda dan ayanda tak kuasa ikut meneteskan airmata.

Pada hari Rabu 23 tahun yang lalu, lahirlah seorang bayi mungil dengan membawa fitrah dari Tuhannya, diiringi kumandang adzan dan iqomah di kedua telinga. Beribu ucapan selamat dan bahagia disampaikan, berjuta syukur dipanjatkan kepada Yang Kuasa. Dikala semua orang tersenyum menyambut kedatangannya, sang bayi hanya bisa menangis tanpa bisa berkata-kata.

Sudah 23 tahun, menurut kalender masehi, bayi itu kini hidup di dunia. Sudah 276 bulan, hidungnya telah bernafas. Sudah 1200 minggu, matanya telah melihat. Sudah 8400 hari sejak tahun ’84, telinganya telah mendengar. Dan sudah hampir seperempat abad jantungnya telah berdegub.

Suatu ketika Imam Ghazali pernah bertanya kepada muridnya ”Apa yang paling berat didunia?”. Murid pun bersahutan menjawab “Baja”, “Besi”, “Gajah”. Bukan baja, bukan besi, bukan pula gajah. Tapi yang paling berat menurut Iman Ghazali adalah MEMEGANG AMANAH. Ya.. kehidupan ini adalah amanah. Manusia hidup untuk menanggung amanah menjadi hamba dan ‘khalifah’.

Arghh… aku begitu payah, aku begitu lemah, tak kuasa menanggung amanah. Ah.. untuk apa aku berkeluh kesah. Apakah keluh kesah akan menyelesaikan masalah? Bukankah lebih ber-muhasabah.

Ya Allah.. betapa jalan yang kulalui ini tidaklah mudah. Aku selalu tersandung dan terjatuh dalam lubang kemaksiatan. Lalu berusaha bangkit meskipun sambil tertatih untuk kembali ber’jalan’. Entah berapa kali ku mohon ampun, namun sudah entah berapa kali jua aku melanggar.

Tuhanku.. ampunkanlah segala dosaku
Tuhanku.. maafkanlah kejahilan hamba-Mu

Kusering melanggar larangan-Mu dalam sadar ataupun tidak
Kusering meninggalkan suruhan-Mu walau sadar aku milik-Mu

Bilakah diri ini kan kembali kepada fitrah sebenar
Pagiku ingat petangku alpa begitulah silih berganti

Oh Tuhanku.. kau pimpinlah diri ini yang mendamba cinta-Mu
Aku lemah.. aku jahil.. tanpa pimpinan dari-Mu

Kusering berjanji depan-Mu.. sering jua ku memungkiri
Kupernah menangis karena-Mu.. kemudian ketawa semula

Kau Pengasih.. Kau Pengampun.. Kepada hamba hamba-Mu
Selangkahku kepada-Mu.. seribu langkah Mu padaku

Tuhan diri ini tidak layak ke surga-Mu
Tapi tidak pula aku sanggup ke neraka-Mu

kutakuk kepada-Mu.. kuharap jua padamu
Moga ku kan selamat.. dunia akhirat.. seperti Rosul dan sahabat





New

28 04 2007

What New?

I will blog again in a few days from now





Surat Pengunduran Diri

21 11 2006

Kepada Yth.

Bpk. Yose Octavi Azmiral

Manager Departemen IT

PT. Pamapersada Nusantara

 

Dengan hormat,

Bersama surat ini saya mengajukan permohonan mengundurkan diri sebagai karyawan PT. Pamapersada Nusantara terhitung tanggal : 25 Nopember 2006.

Saya menghaturkan terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan untuk belajar dan bekerja di PT. Pamapersada Nusantara sebagai suatu perusahaan besar dibidang mining contractor selama kurang lebih dua bulan ini.

Tak lupa saya mohon maaf kepada seluruh karyawan serta jajaran manajemen PT. Pamapersada
Nusantara apabila terdapat hal-hal yang tidak baik yang telah saya lakukan selama bekerja di PT. Pamapersada Nusantara.

Saya berharap dan berdo’a agar PT. Pamapersada Nusantara menjadi perusahaan yang terus maju dan sukses menjadi “World Leader mining contractor with the best PRESENT”.

Hormat saya

 

Chaidir Abadi